Hari ini, IHSG Berpotensi Naik pada Kisaran 5.900-6.123

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 08 Juni 2018 - 10:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, JakartaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini masih cenderung menguat dan tampaknya masih berpotensi untuk bergerak naik di kisaran 5.900-6.123.

“Pergerakan indeks pada perdagangan hari ini hingga pasca libur panjang Lebaran nanti diperkirakan tidak terlalu berfluktuasi,” ujar William Surya Wijaya, analis  PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Jumat (08/06/2018).

William mengemukakan, menjelang libur panjang Lebaran tahun ini, indeks masih terus berkonsolidasi dan potensi kenaikan indeks juga masih belum berkurang. Sementara, rebound sudah berlangsung menjelang libur panjang.

William mengungkapkan, investor jangka menengah dan jangka panjang masih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia. Sedangkan investor jangka pendek mengambil langkah yang tidak terlalu agresif untuk masuk ke pasar.

Dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini, demikian William, para pelaku pasar dapat memanfaatkannya untuk mengakumulasi saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Telkomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Wika Beton Tbk (WTON) dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).

“Mereka juga boleh mencermati dan mengakumulasi saham-saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI),” pungkas William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →