Kendati Penjualan 2016 Turun, IKBI Bukukan Pertumbuhan Laba 67%

Oleh : Abraham Sihombing | Minggu, 29 Januari 2017 - 19:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) membukukan laba bersih sebesar USD3,99 juta (USD0,0033 per saham) pada 2016, tumbuh 66,67% dibanding realisasi pada 2015 sebesar USD1,33 juta (USD0,0044 per saham).

Padahal, produsen kabel listrik, kabel telekomunikasi dan kawat tembaga tersebut pada 2016 mengalami penurunan penjualan bersih sekitar 5,05% menjadi USD97,99 juta dibandingkan realisasi penjualan bersih pada 2015 sebesar USD103,20 juta.

Menurut laporan keuangan 2016 IKBI yang telah diaudit, penurunan penjualan tersebut dipicu oleh anjloknya penjualan kabel sekitar 4,94% dari USD100,37 juta pada 2015 menjadi USD95,41 juta pada 2016. Sementara itu penjualan lain-lain juga turun dari USD2,84 juta pada 2015 menjadi USD2,58 juta.

Penjualan bersih IKBI pada 2016 tersebut terdiri dari penjualan lokal sebesar USD25,25 juta dan ekspor bernilai USD72,74 juta. Jika dibandingkan pada 2015 sebesar USD28,23 juta, maka penjualan lokal turun 10,56%. Adapun ekspornya turun 2,97% dibanding 2015 sebesar USD74,97 juta.

Pertumbuhan laba bersih IKBI ditopang oleh lonjakan laba usaha dan laba kotor perseroan. Laba usahanya melonjak sekitar 187,5% menjadi USD5,29 juta pada 2016 dibanding satu tahun sebelumnya sebesar USD1,84 juta. Adapun laba kotornya naik 63,7% menjadi USD9,56 juta dibandingkan pada 2015 sebesar USD5,84 juta.

Kemampuan membukukan laba kotor pada 2016 karena perseroan berhasil menjalankan efisiensi usaha. Itu terlihat dari penurunan beban pokok penjualan sekitar 9,17% menjadi USD88,43 juta dibanding pada 2015 sebesar USD97,36 juta. Adapun efisiensi IKBI yang mengakibatkan pemangkasan beban pokok penjualan pada 2016 adalah berkurangnya pemakaian bahan baku dari USD90,10 juta pada 2015 menjadi USD75,29 juta pada 2016.***

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →