Benny Purnomo Undurkan Diri dari Bank MNC Internasional

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 30 Mei 2018 - 09:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Benny Purnomo, Direktur Utama PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), dilaporkan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di bank kelompok usaha MNC Group tersebut melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Widiatama Bunarto, Direktur Operasional dan Teknologi Bank MNC, mengemukakan, surat pengunduran diri dari Benny Purnomo diterima oleh manajemen MNC Group pada 23 Mei 2018.

“Akan tetapi, pengunduran diri Benny Purnomo sebagai Direktur Utama perseroan akan efektif sejak diputuskan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," ujar Widiatama dalam keterbukaan informasi, Senin (28/5/2018).

Jika RUPS tidak dilakukan dalam kurun waktu 90 hari sejak diterimanya surat permohonan maka keputusan pengunduran diri Benny dapat disahkan tanpa RUPS.

Benny Purnomo, 49 tahun, diangkat sebagai Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk berdasarkan RUPS Luar Biasa tanggal 12 November 2014 dan efektif menjabat berdasarkan surat OJK no.SR- 93/D.03/2014 tanggal 9 Juni 2014.

Lulusan Program Pascasarjana UNIKA Atmajaya tersebut memulai karir sebagai Programmer di Inti Salim Corpora tahun 1989 – 1991.

Dia terjun ke industri perbankan sejak 1992 dan sempat berkarir di PT Bank Central Asia, Tbk. hingga 2006 dengan jabatan terakhir sebagai Product Management Senior Manager.

Benny kemudian menjabat sebagai Consumer Channel Division Head PT Bank OCBC NISP Tbk dari tahun 2006 – 2009 dan sebagai Direktur PT Bank Mutiara Tbk pada 2009 – 2014. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →