Kadin Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 di Kisaran 5,3 Persen

Oleh : Ridwan | Sabtu, 26 Mei 2018 - 15:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 sebesar 5,3% atau di bawah target pemerintah sebesar 5,4%-5,8%.

Angka ini berdasarkan pada pemaparan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengenai kerangka ekonomi dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2019 kepada dewan perwakilan rakyat (DPR).

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan pihaknya menyambut baik optimisme pemerintah. Namun, dengan melihat situasi yang ada pada saat ini, dunia usaha memprediksi pertumbuhan sebesar 5,3%.

"Karena pertumbuhan kita ini secara historikal tinggi pas harga komoditas tinggi. Ya kan. Nah, sekarang kalau dilihat harga komoditas sudah cukup tinggi, tapi akan flat pada saat ini sampai tahun-tahun ke depan," kata Rosa  di Jakarta, beberap waktu lalu.

Menurutnya, faktor lain yang dianggap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain konsumsi domestik dan ekspor di tengah nilai tukar Rupiah yang melemah dibandingkan dolar Amerika Serikat pada saat ini.

Rosan mengatakan dunia usaha berharap pemerintah membuat kebijakan relaksasi untuk daya beli.

"Mungkin dalam kurun waktu tertetu diberikan insentif jadi daya beli bisa meningkat lagi, pertumbuhan kita terbantu kan karena domestic consumption, jadi itu yang kita harapkan," ungkapnya.

Rosan mengatakan pemerintah harus memberikan banyak stimulus fiskal bagi dunia usaha. Stimulus fiskal tersebut agar dunia usaha mampu berkontribusi besar dalam merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang diusulkan 5,4-5,8% di 2019.

Menurut dia, relaksasi kebijakan misalnya diharapkan dapat mendorong daya beli. Pihaknya mengaku hal tersebut pernah disampaikan sebelumnya kepada pemerintah.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →