IHSG Diprediksi Berkonsolidasi untuk Menguat di Kisaran 5.738-5.845

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 21 Mei 2018 - 08:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal berkonsolidasi untuk kembali menguat pada kisaran 5.738-5.845 pada perdagangan hari ini.

“Secara teknikal, penurunan IHSG pada akhir pekan lalu karena menguji titik support indeks pada momentum tersebut. Sementara itu, indikator Stochastic menunjukkan penurunan dan indikator RSI sudah memasuki area oversold,”papar Lanjar Nafi, analis PT Reliance Sekuritas Indonesia di Jakarta, Senin (21/05/2018).

Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,56% atau 32,61 poin ke posisi 5.783,31 akibat tergerusnya harga saham-saham sektor aneka industri sebesar 2,47% dan sektor properti sebesar 1,27%.

Padahal, mayoritas indeks Asia ditutup menguat di akhir pekan lalu. Indeks Nikkei ditutup naik 0,40%, indeks TOPIX menguat 0,38%, indeks HangSeng meningkat 0,34%, indeks CSI terangkat 1,01% dan indeks KOSPI naik 0,50% di tengah adanya laporan yang bertentangan atas kemajuan pembicaraan perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, depresiasi nilai tukar rupiah sebesar 0,7% menjadi Rp14.156 per dolar Amerika Serikat (AS), level kurs rupiah terendah sejak 2015, adalah faktor utama pelemahan IHSG pada akhir pekan lalu, kendati Bank Indonesia (BI) telah menaikkan tingkat suku bunga acuan 7-day repo sebesar 25 bps pada satu hari perdagangan sebelumnya.

“Kenaikan tingkat suku bunga acuan BI tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi kinerja sektor properti dan perbankan. Akibatnya, investor asing membukukan aksi jual saham bersih senilai Rp689,42 miliar yang didominasi oleh saham-saham BBRI,BBCA dan BMRI pada pekan lalu,” jelas Lanjar.

Di tengah prediksi adanya penguatan indeks hari ini, demikian Lanjar, para pelaku pasar diminta untuk menggunakan kondisi tersebut untuk mencermati saham-saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT London Sumatera Plantations Tbk (LSIP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →