IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways di Kisaran 5.796-5.870

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 21 Mei 2018 - 08:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak sideways dan cenderung melemah di kisaran 5.796-5.870 pada perdagangan hari ini.

“Kondisi itu disebabkan ketidakpastian yang melanda pasar saham Indonesia saat ini, seiring para pelaku pasar mewaspadai katalis global dan domestik yang berpotensi menghambat kenaikan indeks,” papar Hendri Widiantoro, analis PT Erdikha Elit Sekuritas, di Jakarta, Senin (21/05/18).

Hendri mengemukakan, kondisi itu terjadi menyusul penurunan IHSG yang terjadi pada sesi penutupan perdagangan pada akhir pekan lalu yang disertai dengan besaran volume penjualan yang cukup signifikan.

Secara technical, demikian Hendri, Stochastic saat ini berada di posisi pertengahan yang bersiap-siap memasuki fase akselerasi dan momentum perdagangan terpantau kembali melemah.

“Di samping itu, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga berpotensi menghambat kenaikan harga saham-saham sektor properti pada perdagangan hari ini,” tukas Hendri.

Karena itu, menurut Hendri, para investor masih disarankan untuk melakukan perdagangan jangka pendek, hit and run. Adapun dua saham yang disarankan Hendri untuk dicermati pergerakan harganya hari ini adalah saham-saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →