Bekraf Peroleh Hibah US$5,5 Juta dari KOCCA

Oleh : Herry Barus | Kamis, 26 Januari 2017 - 19:09 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan pihaknya mendapatkan dana hibah sebesar US$5,5 juta dari The Korean Creatives and Content Agency (KOCCA) untuk mendukung program 'integrated box office system'.

Integrated box office system merupakan program integrasi data penonton bioskop di seluruh Indonesia yang realtime dan dapat diakses secara transparan, kata Triawan Munaf di Jakarta, Kamis, menjelaskan sistem tersebut.

Ia mengatakan, Indonesia belum memiliki data penonton film bioskop yang transparan mudah diakses dan realtime (saat itu juga). Akibatnya, investor film yang ingin berinvestasi ke Indonesia kesulitan untuk melihat prospek pasar film.

"Belum ada sistem integrated box office sistem, di mana data tentang siapa yang nonton film asing, siapa yang nonton film lokal ga ada yang tahu sekarang, sekarang kita mau buka itu, mau bikin transparansi itu, jadi semua orang bisa tahu itu. Kita dapat bantuan dari KOCCA US$5,5 juta, untuk menginstall itu," katanya.

Selain perlengkapan dan peralatan untuk menginstall sistem tersebut, hibah tersebut, menurut dia, juga termasuk edukasi terkait hal itu.

Ia mengatakan, saat ini, hibah tersebut belum bisa dicairkan, karena masih menunggu peraturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membawahi terkait film.

"Kita sudah lapor ke Bappnenas, belum masuk (bisa dicairkan) karena peraturannya belum ada," katanya.

Dia berharap, peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat segera dikerluarkan sehingga dana hibah tersebut dapat secepatnya digunakan.

Ia mengatakan, potensi untuk investasi film di Indonesia masih sangat besar bila mengingat jumlah layar bioskop terpasang yang dinilai masih sedikit.

Dengan populasi 260 juta lebih penduduk, Indonesia memiliki 1.200 layar bioskop terpasang. Sementara Tiongkok dengan 1,5 miliar penduduk, layar terpasang mencapai 46 ribu buah.

"Kalau perbandingan, kita samakan sama China, rasionya kita perlu 7.000 layar. Baru kita bisa 'Warkop' (Film Warkop Reborn) itu tidak stop di 6,5 juta penonton tapi bisa di 20 juta penonton, itu hidup," katanya.