Akhir Pekan ini, Saham Aneka Industri dan Properti Gerus IHSG 33 Poin ke 5.783

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 18 Mei 2018 - 18:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,56% atau 33 poin ke posisi 5.783 pada akhir perdagangan Jumat (18/05/2018) dibanding posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.815.

Pelemahan indeks tersebut disebabkan oleh penurunan harga 248 saham, terutama saham-saham sektor aneka industri dan sektor properti. Selain itu, sebanyak 156 saham mengalami kenaikan harga, 126 saham stagnan dan 98 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp7,39 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,90 triliun dan di Pasar Negosiasi senilai Rp1,49 triliun.

Sementara itu, total volume transaksi tercatat sebanyak 82,87 juta lot saham, hasil dari 352.204 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp689,42 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 4,62 juta lot saham.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan tertinggi, yaitu sebesar 2,47% atau 29,17 poin ke posisi 1.153. Kemudian disusul indeks sektor properti dan indeks sektor keuangan yang masing-masing susut 1,27% dan 0,85%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada perdagangan hari ini adalah TRAM yang harganya susut 4,76% atau Rp18 menjadi Rp360 per unit, BMTR yang harganya tergerus 4,42% atau Rp25 menjadi Rp540 per unit dan PWON yang harganya turun 3,85% atau Rp20 menjadi Rp500 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah PTBA yang harganya meningkat 3,94% atau Rp140 menjadi Rp3.690 per unit, PGAS yang harganya terangkat 3,94% atau Rp75 menjadi Rp1.980 per unit dan INCO yang harganya naik 3,36% atau Rp120 menjadi Rp3.690 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →