Reliance Finance Kembangkan Bisnis Anjak Piutang Bernilai Rp50 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 26 Januari 2017 - 18:43 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (Reliance Finance) mengembangkan bisnis anjak piutang yang dijamin oleh penjual piutang (factoring with recourse) bernilai total Rp50 miliar.

Dalam pengembangan bisnis tersebut, Reliance Finance bekerjasama dengan dua perusahaan pembiayaan yaitu PT Wannamas Multi Finance dan PT Otomas Multifinance. Kedua perusahaan pembiayaan itu dilimpahkan pembiayaan investasi berupa anjak piutang tersebut, masing-masing senilai Rp25 miliar.

“Manajemen Reliance Finance memilih Wannamas Multifinance dan Otomas Multifinance untuk kerjasama tersebut karena berkinerja sangat memuaskan, baik dari segi pertumbuhan bisnis maupun kinerja keuangan. Selain itu, kedua perusahaan itu merupakan perusahaan multifinance yang dikategorikan beraset antara Rp300 miliar hingga Rp1 triliun,” tulis Hadianjaya, Direktur Utama Reliance Finance, dalam siaran pers, Kamis (26/01/2017).

Hadianjaya menuturkan, penyaluran pembiayaan investasi ini juga merupakan pintu masuk Reliance Finance untuk dapat bekerjasama lebih lanjut dengan Wannamas dan Otomas dengan nilai yang lebih besar melalui skema pembiayaan bersama (joint financing).

Hadianjaya juga menjelaskan, Reliance Finance masih akan terus membuka peluang kerjasama pembiayaan dengan perusahaan multifinance lainnya. Karena itu, untuk menyalurkan pembiayaan, Reliance Finance masih mengandalkan pendanaan dari pasar modal, melalui penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) dan obligasi.

Per September 2016, piutang Reliance Finance tumbuh 56% menjadi Rp400 miliar dibanding dengan periode yang sama 2015. Adapun laba sebelum pajak (pretax profit) tercatat sebesar Rp10,6 miliar atau meningkat 64% dibandingkan pada 2015 sebesar Rp6,46 miliar.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →