Kenaikan Saham Keuangan dan Konsumer Angkat IHSG 133 Poin ke 5.907

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 09 Mei 2018 - 20:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 2,31% atau 133 poin ke posisi 5.907 pada akhir perdagangan Rabu (09/05/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.774.

Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini ditopang oleh kenaikan harga 239 saham, terutama saham-saham keuangan dan konsumer. Di samping itu, ada 186 saham turun, 100 saham stagnan dan 101 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp9,14 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp7,22 triliun di Pasar Negosiasi senilai Rp1,92 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp7,67 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 90,74 juta lot saham, hasil dari 434.202 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp328,16 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 1,99 juta lot saham.

Sebanyak delapan dari sembilan indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor keuangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 3,64% atau 37,63 poin ke posisi 1.071. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor pertambangan yang masing-masing meningkat 3,38% dan 2,17%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami peningkatan harga dan menjadi top gainers hari ini adalah BBNI yang harganya naik 9,9% atau Rp725 menjadi Rp8.050 per unit, PGAS yang harganya terangkat 7,22% atau Rp130 menjadi Rp1.930 per unit dan WIKA yang harganya meningkat 6,4% atau Rp80 menjadi Rp1.330 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah SSMS yang harganya susut 5,6% atau Rp70 menjadi Rp1.180 per unit, KLBF yang harganya turun 1,37% atau Rp20 menjadi Rp1.435 per unit dan BUMI yang harganya terpangkas 0,82% atau Rp2 menjadi Rp242 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →