Temui Perwakilan Nelayan, Jokowi Ajak Nelayan Ganti Alat Tangkap Ikan

Oleh : Ridwan | Rabu, 09 Mei 2018 - 08:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bogor, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan di sektor kelautan dan perikanan dengan menegakkan kedaulatan laut serta keberlanjutannya. 

Setelah kapal ilegal tidak masuk ke dalam perairan Indonesia, ikan bisa ditangkap oleh para nelayan karena jumlah ikan di laut Indonesia semakin bertambah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti saat mendampingi Presiden Joko Widodo untuk menerima perwakilan 350 nelayan dari seluruh Indonesia di Istana Bogor (8/5/2018) siang. 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan agar ini terus dapat dinikmati jika perlu penangkapan ikan diubah dengan cara beralih alat tangkap dari yang tidak ramah lingkungan ke ramah lingkungan. 

Oleh karena itu. Presiden Jokowi mengajak para nelayan untuk ganti alat tangkap karena pemerintah hanya ingin memberdayakan nelayan dan menjaga keberadaan ikan di perairan Indonesia. 

Menteri Susi berharap semoga pertemuan ini dapat menjadi motivasi bagi nelayan-nelayan Indonesia agar dapat lebih maju dan lebih produktif kedepannya serta mendapatkan pencerahan bagi masing-masing nelayan. 

"Semoga sektor kelautan dan perikanan Indonesia lebih maju kedepannya," tutur Susi.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →