Rehat Tengah Hari, Saham Infrastruktur Pangkas IHSG 125 Poin ke 5.760

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 08 Mei 2018 - 13:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 2,12% atau 125 poin ke posisi 5.760 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (08/05/2018) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya di posisi 5.885.

Pelemahan indeks tersebut disebabkan oleh penurunan harga 287 saham, terutama saham-saham infrastruktur. Selain itu, ada 77 saham naik, 99 saham stagnan dan 162 saham belum ditransaksikan.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,74 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,9 triliun dan di Pasar Negosiasi senilai Rp841,37 miliar.

Adapun volume transaksi tercatat sebanyak 61,06 juta lot saham, hasil dari 212.122 kali transaksi. Investor asing mencatat penjualan saham bersih bernilai Rp222,95 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 967.089 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 4,19% atau 43,48 poin ke posisi 995. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing turun 3,14% dan 2,43%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah MNCN yang harganya tergerus 12,46% atau Rp180 menjadi Rp1.265 per unit, LPPF yang harganya susut 8,78% atau Rp825 menjadi Rp8.575 per unit dan HMSP harganya yang turun 6,2% atau Rp220 menjadi Rp3.330 per unit.

Sementara itu, tidak satupun saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga pada sesi pertama perdagangan hari ini. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →