Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Melemah 2,14%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 07 Mei 2018 - 06:52 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu, yakni periode 30 April hingga 4 Mei 2018, melemah 2,14% ke posisi 5.792,34 dibandingkan pada pekan sebelumnya di posisi 5.919,24.

Penurunan indeks yang disebabkan oleh penurunan berbagai harga saham tersebut mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar BEI terpangkas 1,97% menjadi Rp6.448 triliun pada pekan lalu dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya sebesar Rp6.577,52 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian di BEI sepanjang pekan lalu susut 22,45% menjadi tinggal Rp6,61 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp8,52 triliun.

Penyusutan ini diikuti oleh tergerusnya rata-rata volume transaksi saham sebesar 34,49% menjadi 6,45 miliar unit saham pada pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 9,85 miliar saham.

Sementara rata-rata frekuensi transaksi saham harian di BEI pada pekan lalu turun 18,25% menjadi tinggal 326.810 kali dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 399.780 kali.

Sedangkan investor asing pada pekan lalu mencatat penjualan saham bersih bernilai total Rp2,69 triliun. Karena itu, sejak awal Januari hingga 4 Mei 2018, investor asing sudah membukukan penjualan bersih saham bernilai total Rp36,01 triliun. (Abraham Shombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →