Hartadinata Abadi Bagikan Dividen Tunai 2017 pada Juni 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 03 Mei 2018 - 17:15 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen perhiasan emas, berencana membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2017 sebesar Rp27,632 miliar (Rp6 per saham) pada 6 Juni 2018.

“Para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini telah menyetujui pembagian dividen yang besarnya mencapai sekitar 24,58% dari laba bersih konsolidasi 2017 yang mencapai Rp112,434 miliar,” papar Sandra Sunanto, Direktur Utama HRTA, dalam acara paparan publik di Jakarta, Kamis (03/05/2018).

Sandra mengemukakan, dividen tunai 2017 tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 16 Mei 2018 hingga pukul 16.00 WIB.

Sandra juga menuturkan cum dan ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi masing-masing akan dilakukan pada 11 dan 14 Mei 2018. Adapun cum dan ex dividen di Pasar Tunai masing-masing dijadwalkan pada 16 dan 17 Mei 2018.

“Di samping penetapan besarnya dividen tunai 2017, para pemegang saham juga menyetujui untuk menyisihkan dana sebesar Rp22,487 miliar yang juga diambil dari laba bersih sebagai cadangan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan pasal 23 ayat 1 dan 2,” ujar Sandra.

Sementara itu, demikian Sandra, sisa laba bersih sebesar Rp62,316 miliar dibukukan manajemen perseroan sebagai laba ditahan (retained profit) dan akan dipergunakan sebagai modal kerja perseroan ke depan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →