Tiga Strategi Pembangunan Industri Infrastruktur
INDUSTRY.co.id -Jakarta- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan ada tiga strategi pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Wismana Adi Suryabrata dalam diskusi Forum Merdeka Barat bertajuk "Progres Proyek Startegis Nasional 2018" di Jakarta, Jumat, mengatakan tiga strategi itu yakni pemenuhan kebutuhan dasar, transportasi perkotaan, dan konektivitas.
"Pertama yang dituju adalah pemenuhan infrastruktur dasar seperti air minum, sanitasi, perumahan dan aksesibilitas jalan," katanya.
Strategi kedua, lanjut dia, adalah transportasi perkotaan lantaran sekitar 52 persen penduduk Indonesia kini tinggal di wilayah perkotaan.
"Ketiga, konektivitas fisik untuk mendukung tiga sektor yaitu sektor primer seperti pertanian; sektor sekunder yakni industri pengolahan; dan sektor tertier yaitu jasa dalam hal ini pariwisata," katanya.
Selain strategi tersebut, Wismana menambahkan dua hal penting yang mendukung pembangunan infrastruktur adalah penyediaan energi dan teknologi informasi.
Namun, ia mengatakan pemerintah tidak bisa sendirian membangun infrastruktur terlebih dengan alokasi anggaran yang terbatas.
Menurut dia, harus ada kerangka pembiayaan yang mendorong peran swasta, termasuk melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran Pemerintah (PINA).
"Total kebutuhan investasi untuk infrastruktur 2015-2019 sebesar Rp4.796,2 triliun. Yang ditangani oleh APBN dan APBD sebesar 41,3 persen. Sedangkan dari BUMN sebesar 22,2 persen dan swasta 36,5 persen," katanya.
Wismana meyakinkan ujung dari segala pembangunan infrastruktur tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.