Mitsubishi Masih Terus Dalami Riset Mobil Listrik di Indonesia

Oleh : Ridwan | Kamis, 26 April 2018 - 10:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Mitsubishi Motor bersama pemerintah Indonesia hingga satu tahun kedepan akan memulai riset soal mobil listrik di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tantangan pengembangan mobil listrik kedepannya. 

Chief Executive Officer Mitsubishi Motor Osamu Masuko mengatakan tren mobil listrik ini akan marak ke depannya. Apalagi sejak diperkenalkan pada tahun 2009, pemahaman konsumen Indonesia akan kendaraan ini telah meningkat. 

“Kami akan cari tahu kondisi dan tantangannya,” kata dia saat konferensi pers di Jakarta (25/4/2018).

Kementerian Perindustrian juga menargetkan 20 persen kendaraan yang lalu lalang di Indonesia tahun 2025 bertenaga listrik. Menurut Osamu target ini cukup realistis dan akan didukung pabrikan mobil Jepang tersebut. Meski masih ada beberapa negara lain yang menargetkan lebih tinggi.

Dia beralasan kondisi geografis Indonesia yang merupakan kepulauan, sangat cocok untuk mengembangkan infrastruktur kelistrikan. Beberapa sumber energi listrik yang bisa dikembangkan adalah panel surya dan pembangkit listrik tenaga angin.

Potensi swasembada listrik di satu pulau, membuka peluang penjualan mobil listrik di pulau tersebut semakin besar. Atas dasar ini, Osamu menilai target pemerintah untuk tujuh tahun ke depan sangat 

Sebelumnya, Mitsubishi telah menghibahkan 8 unit mobil listriknya kepada pemerintah untuk. Mobil ini terdiri dari dua jenis, yakni Mitsubishi Outlander berteknologi Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan 2 Mitsubishi i-MiEV teknologi Battery Electric Vehicle (BEV).

Hibah ditujukan dalam rangka studi bersama dengan dan sosialisasi bersama 8 Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk mendapat respon bagi pemerintah dalam membuat regulasi mobil listrik.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →