Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Kembali Turun pada Kisaran 6.210-6.355

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 25 April 2018 - 09:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal kembali melemah di kisaran 6.210-6.355 karena tidak adanya sentimen positif yang muncul pada perdagangan Rabu (25/04/2018).

“Penurunan IHSG sebesar 1,25% pada perdagangan kemarin terbilang relatif lebih tinggi dibandingkan penurunan sebelumnya sebesar 0,47%, sehingga IHSG kini berada di bawah kisaran support 6.278-6.287,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Rabu (25/04/2018).

Reza mengemukakan, penurunan yang dialami IHSG dalam beberapa waktu terakhir ini menunjukkan bahwa indeks tersebut tidak mampu bertahan pada tren kenaikan yang sempat muncul sejak Maret 2018 lalu.

Karena itu, demikian Reza, peluang pelemahan IHSG yang berpotensi memicu aksi jual lanjutan masih berpotensi muncul kembali, apalagi jika sentimen pasar kurang kondusif.

“Penurunan IHSG diharapkan dapat lebih terbatas sehingga dapat kembali menemukan momentum pembalikan arah menuju tren kenaikan. Meski demikian, para pelaku pasar diminta untuk tetap mewaspadai sentimen yang akan membuat IHSG kembali tertekan,” papar Reza.

Dengan adanya potensi pemahan lanjutan pada pergereakan IHSG hari ini, Reza merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →