Kenaikan Harga Tiga Saham MNC Group Hanya Karena Euforia Sesaat

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 23 Januari 2017 - 12:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Kenaikan harga tiga saham kelompok usaha MNC pada akhir pekan lalu dinilai karena euforia sesaat seiring dengan pelantikan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Itu menyusul kehadiran Harry Tanoesoedibjo, CEO MNC Group, yang merupakan mitra bisnis Trump dalam pengembangan beberapa resort di Bogor dan Bali, ke perhelatan tersebut.

Ketiga saham kelompok usha MNC yang mengalami kenaikan pada akhir pekan lalu adalah saham-saham PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

“Aksi beli yang dilakukan pelaku pasar pada ketiga saham MNC Group pada pekan lalu karena adanya hubungan bisnis antara Trump dan HT,” ujar Lucky Bayu Purnomo, Analis Kepala PT Danareksa Sekuritas, di Jakarta, Senin (23/01/2017).

Kendati demikian, menurut Lucky, kenaikan harga ketiga saham kelompok usaha MNC tersebut takkan berlangsung lama. “Kenaikan itu lebih dipengaruhi oleh adanya sentimen sesaat dan setelah itu harganya akan kembali ke fundamentalnya,” tukasnya.

Memang pernyataan Luck tersebut cukup beralasan. Pada penutupan sesi pertama perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tengah hari Senin (23/01/2017) ini, harga BHIT ditutup turun Rp2 atau sekitar 1,4% menjadi Rp140 per unit dibandingkan harga pada penutupan akhir pekan lalu sebesar Rp142 per unit.

Hal yang sama juga dialami oleh MNCN yang harganya turun Rp20 atau sekitar 1,2% menjadi Rp1.705 per unit dibanding Rp1.725 per unit di akhir pekan lalu. Tetapi harga BMTR masih ditutup naik Rp10 atau 1,6% menjadi Rp640 per unit dari Rp630 per unit.

Pada akhir pekan lalu, harga BHIT ditutup naik Rp6 menjadi Rp142 per unit dari sebelumnya Rp136 per unit. Saham ini sedang mengalami tren kenaikan dalam tiga bulan terakhir ini. Bahkan, harga BHIT sempat naik signifikan sebesar 9,35% pada Desember 2016 lalu ketika Trump dinyatakan sebagai Presiden AS terpilih

Sementara itu harga BMTR pada akhir pekan lalu ditutup naik 0,8% menjadi Rp630 per unit. Harga saham tersebut terus berfluktuasi selama tiga bulan terakhir. Bahkan, pada pekan kedua Januari 2017, harga BMTR sempat tergerus 1,55%. Adapun harga MNCN ditutup naik sebesar Rp35 atau 2,1% menjadi Rp1.725 per unit pada akhir pekan lalu dibandingkan harga pada satu hari sebelumnya sebesar Rp1.690 per unit.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →