Sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan Turun Tipis ke 6.285

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 17 April 2018 - 17:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,02% atau 1 poin ke posisi 6.285 pada akhir perdagangan Selasa (17/04/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.286.

Penurunan tipis IHSG pada perdagangan hari ini disebabkan oleh tergerusnya harga 216 saham, 170 saham menguat, 130 saham stagnan dan 104 saham tidak ditransaksikan sama sekali. IHSG bergerak pada kisaran 6.259-6.303.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar hari ini mencapai Rp6,7 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,35 triliun dan di Pasar Negosiasi sebesar Rp1,34 triliun.

Volume transaksi sepanjang perdagangan hari ini tercatat sebanyak 104,47 juta lot saham, hasil dari 373.022 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp740,29 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 2,36 juta lot.

Sebanyak empat dari sembilan indeks sektoral melemah. Indeks sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,55% atau 5,97 poin menjadi 1.072. Kemudian disusul oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor industri dasar yang masing-masing tergerus 0,25% dan 0,07%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah PGAS yang harganya turun 3,07% atau Rp70 menjadi Rpp2.210 per unit, AKRA yang harganya terpangkas 3,02% atau Rp175 menjadi Rp5.625 per unit dan JSMR yang harganya turun 2,8% atau Rp130 menjadi Rp4.510 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah UNTR yang harganya naik 4,43% atau Rp1.550 menjadi Rp36.500 per unit, SRIL yang harganya terangkat 4,19% atau Rp14 menjadi Rp348 per unit dan KLBF yang harganya meningkat 3,25% atau Rp50 menjadi Rp1.590 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →