Manajemen Golden Energy Optimistis Raih Pendapatan US$959 Juta Tahun Ini

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 11 April 2018 - 08:47 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), emiten tambang batu bara milik Sinarmas Group, ditargetkan sebesar US$959 juta pada 2018, atau lebih tinggi sekitar 26,28% dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2017 sebesar Rp759,45 juta.

“Kami yakin pendapatan perseroan tahun ini akan tumbu karena kami perkirakan adanya kenaikan produksi batu bara tahun ini, yaitu dari PT Borneo Indobara (BIB) sebesar 5 juta ton dan PT Kuansing Inti Makmur (KIM) sebanyak 300.000 ton,” papar Bonifsius, Direktur Utama GEMS, pada acara paparan publik di Jakarta, Selasa (10/04/2018).

Boni mengemukakan, total volume produksi batu bara peseroan pada 2017 lalu sebanyak 15,6 juta ton. Sekitar 13,3 juta ton, atau sebesar 85% dari total volume produksi tersebut dikontribusikan oleh PT Borneo Indobara. Sisanya sebanyak 2,3 juta ton merupakan produksi batu bara PT Kuansing Inti Makmur.

Boni optimistis bahwa target pendapatan perseroan tesebut bakal dapat dicapai pada tahun ini. Itu karena kinerja keuangan perseroan pada triwulan pertama 2018 ini jauh lebih baik dibandingkan di periode yang sama pada 2017.

“Kinerja keuangan kami pada triwulan pertama tahun ini jauh lebih baik. Mengenai angka-angkanya belum dapat saya publikasikan karena masih belum diaudit secara lengkap,” imbuh Boni. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →