Indeks Harga Saham Gabungan Diperkirakan Menguat pada Kisaran 6.081-6.368

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 10 April 2018 - 09:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan Selasa (10/04/2018) ini setelah pada perdagangan kemarin ditutup menguat 1,15% ke posisi 6.246.

“Pasca kenaikan kemarin, IHSG saat ini terlihat masih cukup kuat untuk mempertahankan level support-nya. IHSG terus berupaya menembus level resisten agar dapat menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih positif,” ujar William Suryawijaya, analis Indosurya Bersinar Sekuritas di Jakarta, Selasa (10/04/2018).

Dengan demikian, lanjut William, IHSG masih berpotensi menguat pada perdagangan hari ini pada kisaran 6.081-6.368. Dengan adanya peluang kenaikan lanjuta IHSG, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka.

Wiliiam merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →