Kemenperin Gandeng Kemenkominfo dan PT Telkom Tingkatkan Jaringan Internet 5G di Kawasan Industri

Oleh : Ridwan | Jumat, 06 April 2018 - 15:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id

Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah akan meningkatkan jaringan internet 5G di kawasan industri dalam upaya mendukung implementasi Industri 4.0. 

Untuk mewujudkannya, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) guna membahas regulasinya.

Selain itu, Kemenperin juga akan menggandeng PT Telkom selaku operator penyedia layanan internet untuk perencanaan teknisnya.

Menurut Airlangga, dalam upaya penerapan jaringan internet 5G di kawasan industri tersebut, saat ini masih dirancang peta wilayah pemasangannya. 

"Industri 4.0 membutuhkan kecepatan data hingga 5G. 
Kalau datanya pakai yang lemot, ketika mau lihat proses di pabrik dan yang tampil dimonitor akan ada time lag, waktu yang tidak cocok," ujar Airlangga di Jakarta, Jum'at (6/4/218).

Menperin menjelaskan, memasuki era digital saat ini harus diimbangi dengan kualitas jarigan internet 
yang cepat. Pemasangan jaringan internet 5G tersebut terkait dengan pelaksanaan peta jalan Making 
Indonesia 4.0. 

“Pemerintah telah mendorong industri memasuki dunia digital. Ada lima sektor pengembangan industri manufaktur yang akan menjadi percontohan, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika,” paparnya.

Airlangga menambahkan, lima sektor itu merupakan industri andalan yang tengah diprioritaskan pengembangannya di hampir seluruh dunia. 

“Sekitar 84 persen ekonomi dunia disokong oleh sektor-sektor tersebut. Ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tiga ribu kali lipat,” ucapnya.

Rencana penerapan jaringan internet 5G ini ditargetkan mulai terlaksana saat perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. 

"Pada Asian Games akan kita buat prototype-nya," pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →