Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka pada Level 6.194

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 05 April 2018 - 11:15 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada level 6.194 pada sesi pertama perdagangan Kamis (05/04/2018) ini, menguat 0,6% atau 37 poin dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.157.

Penguatan IHSG di awal sesi pertama perdagangan hari ini disebabkan oleh kenaikan harga 236 saham. Disamping itu, terdapat pula 77 saham yang mengalami penurunan harga, 88 saham stagnan dan 217 saham belum ditransaksikan.

Pada pukul 10.00 waktu JATS, IHSG terpantau di level 6.191, dengan 236 saham naik, 77 saham turun, 88 saham stagnan dan 217 saham belum ditransaksikan. IHSG bergerak pada kisaran 6.190-6.211.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp1,04 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp980,81 miliar, di Pasar Negosiasi senilai Rp54,82 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp538,56 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 16,58 juta lot saham, hasil dari 75.581 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan bersih saham senilai Rp3,84 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 7.669 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,55% atau 28,26 poin ke posisi 1.847. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor industri dasar yang masing-masing meningkat 1,22% dan 1,06%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →