Menkum Ham Pacu Produk Unggulan Warga Binaan Lapas Masuki Pasar Ekspor

Oleh : Ridwan | Selasa, 03 April 2018 - 12:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terus mendorong warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk menghasilkan produk-produk unggulan.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yosanna Laoly mengatakan, pihaknya semakin semangat untuk membina warga binaan lapas dalam menghasilkan produk-produk unggulan yang nantinya bisa di pasarkan di pasar domestik maupun ekspor.

"Kemenkumham dalam beberapa tahun terakhir memberikan perhatian sungguh-sungguh untuk memberikan pelatihan lapas industri di hampir 230 ribu lapas seluruh Indonesia," ujar Yosanna saat membuka pameran 'Produk Unggulan Warga Binaan' di Plasa Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan bantuan dari pihak ketiga untuk menjadikan warga binaan sebagai labor force. "Meski tempat terbatas, tapi kreatifitas tidak terbatas," terangnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kerja sama ini menjadi perekat bagi Kemenkumham dan Kementerian terkait lainnya untuk menciptakan warga binaan yang tangguh.

Menurutnya, kegiatan berbasis industri di lapas telah menjadi kontribusi yang sangat positif. Oleh karenanya, kami mendorong pihak ketiga untuk selalu bersedia bekerjasama dengan lembaga pemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Yosanna menyambut baik rencana Kementerian Perdagangan yang ingin menyatukan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag untuk membangun sinergitas.

"Sinergitas ini nantinya akan membawa produk-produk hasil warga binaan untuk bisa ekspor. Semoga ini menjadi inspirator dalam program pembinaan warga binaan lapas," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →