Tren Menurun, Industri Gula di Indonesia Semakin Tidak Manis

Oleh : Ridwan | Kamis, 29 Maret 2018 - 11:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Sri Adiningsih melihat permasalahan gula sudah cukup lama terjadi di Indonesia. Padahal, Indonesia pernah menjadi Eksportir gula terbesar di dunia.

"Sudah cukup lama kita memiliki masalah dengan gula. Gula itu manis tetapi godaannya juga manis dan merupakan sembako yang strategis dan permintaannya juga semakin meningkat," ujar Sri Adiningsih dalam acara 'Seminar Nasional Permasalahan Sektor Gula' yang diselenggarakan oleh Univeraitas Gadjah Mada di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, dalah satu permasalahan yang cukup menyita perhatian adalah semakin berkurangnya luas area tanaman tebu yang ada di Indonesia.

"Dari tahun ke tahun luas area tanaman tebu semakin berkurang. Padahal jika dibandingkan dengan produktivitas seluruh dunia, tebu Indonesiantidak buruk, tapi memang tidak bagus," terangnya.

Saat ini, lanjut Sri, tren produktivitas tebu dalam negeri terus menurun. Selain itu, produksi gula kristal putih Indonesia juga trennya terus mengalami penurunan.

"Ini menjadi tantangan besar buat kita, sampai akhir tahun diharapkan produksi gula putih kristal meningkat," kata Sri.

Disatu sisi, tambah Sri, permintaan akan gula di Indonesia terus bertambah. Setiap tahun rata-rata pertumbuhan permintaan gula di Indonesia mencapai 1 persen.

"Bayangkan, satu sisi menurun disisi lain permintaan terus bertamabah. Ini yang sedang menjadi konesn dari pemerintah untuk segera mencari solusi dari permasalahan gula," ucapnya.

Sri berharap melalui acara 'Seminar Nasional Permasalahan Gula' ini dapat memberikan masukan-masukan bagi pemerintah agar dapat mencari jalan keluar dari permasalahan gula yang sudah cukup lama kita alami.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →