BPS Berharap SDM Berkualitas

Oleh : Wiyanto | Rabu, 28 Maret 2018 - 10:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) menyadari bahwa tantangan dalam memenuhi kebutuhan data berkualitas semakin tinggi. BPS diharapkan memberikan expertise-nya dalam penyediaan data statistik sektoral berkualitas.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, kebutuhan SDM yang mampu menjawab tantangan tersebut. SDM yang mampu mengembangkan metodologi, baik dalam tahapan pengumpulan data, pengolahan, serta pembentukan indikator-indikator statistik serta metode anaIisis.

Oleh karena itu, SDM yang dimaksud salahsatunya pendidikan statistik.

"Berawal dari kebutuhan tenaga statistik yang siap pakai maka dibentuklah Akademi Ilmu Statistik (AIS) melalui SK Perdana Menteri No.37/PM/1958. Pada masa itu, AIS menjadi satu-satunya Iembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga andal di bidang statistika. Lulusan AIS Iangsung diangkat menjadi PNS di BPS seluruh Indonesia”, ujar Kecuk saat melaunching Politeknik Statistika Sekolah Tinggi llmu Statistik, di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Ia tentang awal mula Politeknik Statistika STIS berdiri. Seiring dengan perkembangan organisasi BPS hingga level kabupaten/kota, kebutuhan tenaga statistik semakin meningkat hingga ke level yang lebih tinggi. Sehingga pada 1997, melalui SK Presiden No. 163, STIS resmi berdiri.

Sebagai perwujudan dari tantangan tersebut, lanjut dia, sesuai amanat UU l No.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang harus dapat bersaing dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, maka pada Tahun 2018, Politeknik Statistika STIS resmi di-launching. Kurikulum yang diterapkan di Politeknik Statistika STIS berbeda dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain. Porsi mata kuliah yang berkaitan dengan metode survei atau sampling serta official statistics lebih besar.

"Dengan berdirinya Politeknik Statistika STIS diharapkan dapat menelurkan ahli-ahli statistik yang dapat berperan aktif dalam meningkatkan perstatistikan nasional sesuai dengan visinya," katanya.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →