57% dari Laba Bersih 2017 Sarana Menara Nusantara akan Dijadikan Dividen

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 28 Maret 2018 - 12:22 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Manajemen PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2017 bernilai total Rp1,2 triliun. Itu mencapai sekitar 57,14% dari total laba bersih 2017 perseroan yang mencapai Rp2,1 triliun.

Kendati perseroan pada tahun ini akan terus melakukan ekspansi usaha, baik secara organik maupun anorganik, tetapi manajemen perseroan tetap bertekad akan membagikan dividen yang besarnya mencapai hingga 57% dari laba bersih 2017 tersebut, papar Adam Gifari, Wakil Direktur Utama TOWR, di Jakarta, baru-baru ini.

Karena itu, demikian Adam, manajemen perseroan akan meminta persetujuan pembagian dividen tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, pada 30 April 2018.

Di samping ekspansi organik, manajemen perseroan telah melakukan ekspansi bisnis secara anorganik melalui anak usahanya Protelindo yang belum lama ini telah mengakuisisi PT Komet Infranusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META).

Ekspansi anorganik itu dilakukan untuk mendorong penambahan jumlah penyewa menara telekomunikasi yang dioperasikan perseroan untuk mencapai target sebanyak 4.000 penyewa. Sementara itu, salah satu strategi usaha perseroan tahun ini adalah melakukan efisiensi operasional maupun efisiensi keuangan perseroan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →