Harga HELI Melesat 70% pada Perdagangan Perdana di BEI Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 27 Maret 2018 - 11:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Jaya Trishindo Tbk (HELI), perusahaan penyewaan helikopter, untuk pertama kalinya memperdagangkan dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Perseroan menjadi emiten baru ketiga yang tercatat di BEI pada tahun ini.

Beberapa saat setelah perdagangannya dibuka, harga HELI langsung menembus level Rp187 per unit, atau melesat 70% dibandingkan harga yang ditetapkan pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) beberapa waktu lalu sebesar Rp110 per unit.

Akan tetapi, volume transaksi di level harga Rp187 per unit hanya sebanyak 100 unit saham alias satu lot dengan total frekuensi satu kali. Kendati demikian, HELI langsung terkena auto reject karena persentase kenaikan yang melebihi batas harian.

“Perjuangan kami untuk pencatatan saham di bursa cukup panjang. Kami juga melihat langkah tersebut sejalan dengan strategi perseroan saat ini,” ujar Edwin Widjaja, Direktur Utama HELI di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (27/03/2018).

Dalam PUPS tersebut, manajemen HELI menawarkan 250 juta saham seharga Rp110 per unit melalui PUPS. Itu setara dengan 30,53% dari total saham perseroan setelah PUPS. Dengan demikian, perseroan meraih dana sebesar Rp27,5 miliar dari PUPS itu.

Edwin menuturkan, seluruh dana tersebut akan diserahkan untuk PT Komala Indonesia, anak usaha perseroan. Oleh anak usahanya, sekitar 60% dari total dana PUPS itu akan digunakan untuk membiayai uang muka pembelian satu unit helikopter bekas tipe AS 350 B3 dan satu unit helikopter baru AW 109 Trekker serta pembuatan hanggar helikopter.

Edwin menambahkan, sisanya 40% akan digunakan untuk modal kerja, seperti pembelian bahan bakar avtur, biaya pemeliharaan, pembelian sukucadang (spare parts) dan gaji pilot dan crew.

“Minat investor terhadap HELI tergolong tinggi. Selama penawaran awal, HELI mengalami oversubscribed (kelebihan permintaan) hingga enam kali lipat. Akan tetapi, harga yang diminta oleh kebanyakan investor di bawah Rp110 per unit,” papar Edwin.

Pasca kenaikan harga tersebut, maka nilai kapitalisasi HELI tercatat sebesar Rp153,15 miliar dengan Price Earnings Ratio (PER) sebanyak 37,4 kali. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →