Rehat Tengah Hari, Sektor Infrastruktur Gerus IHSG 32 Poin ke Posisi 6.179

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 26 Maret 2018 - 12:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup ke posisi 6.179 pada sesi pertama perdagangan Senin (26/03/2018), turun 0,5% atau 32 poin dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di level 6.210.

Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, sebanyak 183 saham mengalami kenaikan harga, 176 saham turun, 100 saham stagnan dan 154 saham tidak ditransaksikan sama sekali. IHSG pada sesi pertama tadi bergerak pada kisaran 6.167-6.203.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI tercatat sebesar Rp2,95 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp2,23 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp725,65 miliar dan di Pasar Tunai bernilai Rp1,8 juta.

Adapun volume perdagangan mencapai 52,78 juta lot saham, hasil dari 167.205 kali transaksi. Sementara itu, investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp140,61 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 1,43 juta lot saham.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,88% atau 9,46 poin ke posisi 1.061. Kemudian disusul oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor perdagangan yang masing-masing turun 0,71% dan 0,54%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah LPKR yang harganya turun 2,5% atau Rp12 menjadi Rp468 per unit, AKRA yang harganya susut 2,11% atau Rp125 menjadi Rp5.800 per unit dan KLBF yang harganya tergerus 2,1% atau Rp30 menjadi Rp1.400 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah PGAS yang harganya terangkat 3,46% atau Rp80 menjadi Rp2.390 per unit, BBNI yang harganya naik 3,44% atau Rp300 menjadi Rp9.025 per unit dan SMGR yang harganya meningkat 2,07% atau Rp200 menjadi Rp9.850 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →