Kadin Berikan Tiga Masukan Untuk Pemerintah Terkait Pasokan Daging Jelang Ramadhan

Oleh : Ridwan | Jumat, 23 Maret 2018 - 14:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Pengolahan Makanan & Industri Peternakan Juan Permata Adoe memberikan beberapa masukan kepada pemerintah terkait pasokan daging sapi kebutuhan Bulan Ramadhan 2018.

Tiga hal yang perlu diperhatikan adalah lonjakan harga jelang Lebaran, kebijakan impor daging, dan distribusi pasokan.

Juan Adoe mengusulkan koordinasi yang lebih terjalin antara pemerintah dan pengusaha pada ketiga poin tersebut.

"Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga ketika Lebaran dan kendala pendistribusian daging, pemerintah bisa bekerjasama dengan pengusaha agar proses pendistribusian bisa lebih cepat dan tepat," ujar Juan Adoe di Jakarta (23/3/2018).

Selain itu, dia mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kepentingan pengusaha skala kecil dan peternak sebelum mengambil kebijakan impor daging sapi.

"Pasalnya, ketersediaan stok daging sapi di saat permintaan meningkat akan menstabilkan harga," katanya.

Ia menuturkan, kondisi itu bisa dipenuhi melalui impor. Di sisi lain, impor akan berdampak pada roda bisnis pengusaha dsaging skala kecil dan peternak, apalagi bila kuota impor melebihi kebutuhan.

"(impor daging sapi) bakal menekan bisnis pengusaha daging dan peternak khususnya pada usaha berskala kecil dan peternak," tambah Juan.

Dia menjelaskan, banyak pengusaha skala kecil yang menggantungkan raihan laba pada momen Ramadhan dan Lebaran. "Karena itu, kebijakan impor pemerintah perlu mempertimbangkan potensi profit peternak dan usaha kecil," tuturnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah tengah mengkaji rencana impor daging sapi dari Brasil. Tujuannya adalah menstabilkan harga selama Ramadhan hingga Lebaran 2018. Tim dari Kementerian Pertanian akan dikirimkan ke Brasil untuk melihat langsung kondisi peternakan di sana.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →