Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Naik ke Posisi 6.331

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Maret 2018 - 11:15 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka ke posisi 6.331, naik 0,3% atau 19 poin pada sesi pertama perdagangan hari ini dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di level 6.319 .

Pada pukul 09.15 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 6.341, naik 0,46% atau 29 poin. Kenaikan itu ditopang oleh peningkatan harga 185 saham, terutama saham-saham aneka industri, agrikultur dan pertambangan.

Di samping itu, terdapat pula 55 saham yang mengalami penurunan harga, 85 saham stagnan dan 283 saham belum ditransaksikan. Sementara itu, IHSG pada awal perdagangan pagi ini bergerak pada kisaran 6.328-6.344.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp904.78 miliar. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp636,40 miliar dan di Pasar Negosiasi senilai Rp268,39 miliar.

Adapun total volume perdagangan telah mencapai 19,79 juta lot, hasil dari 37.397 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp2,43 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 122.384 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI pada perdagangan pagi ini menghijau. Indeks sektor aneka industri mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,16% atau 14,44 poin ke posisi 1.690. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →