Efisiensi Usaha Diprediksi Bakal Terus Topang Kinerja Operasional Berlian Laju Tanker

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 17 Maret 2018 - 14:09 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perusahaan angkutan laut berstatus emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cukup efisien dalam pengoperasiannya boleh dikatakan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Itu karena perusahaan pelayaran tersebut hanya mengoperasikan 10 kapal tanker. Itu terdiri dari delapan kapal milik sendiri dan dua kapal sewa.

Kedelapan kapal tanker dioperasikan untuk mengangkut bahan-bahan kimia dan dua kapal tanker lainnya digunakan untuk mengangkut gas. Sementara itu, wilayah laut yang dijelajahi BLTA adalah Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur hingga Pantai Timur India.

Dari pengoperasian kesepuluh kapal tanker tersebut, perseroan sepanjang Januari-September 2018 mengantongi pendapatan sewa US$13,25 juta. Jika dibandingkan di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp10,88 juta, maka hal itu menunjukkan pertumbuhan 21,7%.

Dengan keberhasilan manajemen perseroan menekan beban administrasi dari US$6,89 juta per September 2016 menjadi tinggal US$2,94 juta per September 2017, perseroan mampu meraih laba US$3,14 juta per September 2017 dari US$2,92 juta per September 2016.

Karena itu, dengan prestasi tersebut, maka tidak berlebihan jika manajemen BLTA berharap pendapatan perseroan pada 2017 bakal mengalami pertumbuhan 15-18%. Hal itu diungkapkan oleh Antony Budiawan, Direktur BLTA.

“Pendapatan kami hingga akhir tahun lalu diperkirakan dapat mencapai 15-18%. Bahkan, kami optimistis pendapatan pada tahun ini dapat tumbuh hingga 20%,” ujar Antony di Jakarta, baru-baru ini.

Karena itu, jika dibandingkan dengan realisasi pada 2016 sebesar US$20,25 juta, maka pendapatan BLTA pada 2017 diperkirakan mencapai kisaran US$23,29-23,89 juta. Bahkan, pendapatan BLTA pada 2018 ini diprediksi mencapai US$27,95-28,67 juta. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →