Mitra10 Suntik Modal Tambahan Rp10 Miliar ke Anak Usaha

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 17 Januari 2017 - 06:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), operator gerai bahan bangunan Mitra10, menyetorkan modal tambahan sebesar Rp10 miliar ke anak usahanya, PT Catur Sentosa Anugrah (CSAN).
 
Idrus Hermawan Widjajakusuma, penambahan modal tersebut bertujuan untuk membiayai CSAN di bidang pembelian barang dan pendanaan operasional.
 
“Setelah penyetoran modal tambahan tersebut, maka total modal PT Catur Sentosa Anugrah kini menjadi Rp60 miliar,” tulis Idrus dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/01/2017).
 
Idrus mengungkapkan, penambahan modal ini juga akan memperkuat struktur permodalan CSAN. Itu akan membuat kegiatan operasional CSAN menjadi lebih baik dan kondisi keuangannya juga akan lebih sehat, sehingga hal itu akan memberikan keuntungan yang lebih baik karena penggunaan dana pihak ketiga dapat dihindari.
 
Sepanjang 2017-2020, manajemen CSAP akan menambah 26 gerai bahan bangunan Mitra10.  Perseroan nantinya bakal mengoperasikan 50 gerai Mitra10 di seluruh Indonesia pada 2010.
 
Sementara itu, pembukaan gerai Mitra10 pada tahun ini masih akan dikonsentrasikan di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi. Itu bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pasar properti yang kuat di keempat kawasan tersebut.
 
Pada 2016, perseroan membuka tiga gerai Mitra10 di Pekayon (Bekasi), Lampung, serta terbaru di Q-Big BSD City, Serpong yang resmi beroperasi pada 16 Desember 2016.(iaf)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →