Hari ini, IHSG Masih Berpotensi Lanjutkan Penurunan di Kisaran 6.369-6.419

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 15 Maret 2018 - 07:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal kembali melemah pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup turun 0,47% ke posisi 6.382.

“Pelemahan IHSG hari ini diprediksi bakal terjadi pada kisaran 6.369-6.419. Kendati diperkirakan melemah, akan tetapi IHSG bakal mempertahankan kisaran support di 6.382-6.398,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Kamis (15/03/2018).

Reza mengemukakan, pelemahan IHSG tampaknya mulai berkurang. Kondisi itu diharapkan dapat dijadikan momentum untuk kembali menguat. Karena itu, kendati IHSG diprediksi masih bakalan turun, tetapi posisi saat ini IHSG juga masih berpotensi untuk menguat tipis.

“Itu karena, pasca penurunan IHSG, para pelaku pasar mulai mengakumulasi saham-saham pilihan mereka sehingga hal itu pada akhirnya bakal kembali mendorong kenaikan harga saham dan kenaikan indeks,” papar Reza.

Akan tetapi, demikian Reza, para pelaku pasar diminta untuk tetap mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) yang bakal menahan kenaikan IHSG.

Di tengah potensi berkurangnya tren penurunan IHSG hari ini, Reza meminta para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →