Kadin Nilai Holding BUMN Berdampak Buruk

Oleh : Ahmad | Kamis, 24 November 2016 - 18:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Wakil Ketua Umum Kadin Bidang BUMN Adisatrya Sulisto menilai wacana pemerintah untuk pembentukan induk usaha (Holding) BUMN berpotensi buruk. Pasalnya tidak semua pelaku swasta mempunyai kesempatan untuk bekerja sama akibat adanya sistem monopoli.

Tidak sedikit pihak swasta yang khawatir dengan impact dari holdingisasi ini. Maka kita berharap dengan adanya konsolidasi kedepan, sinergi BUMN dan swasta bisalebih ditingkatkan, kata Adisatrya, seusai Rakornas Kadin Bidang BUMN, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Adisatrya memaparkan pengusaha swasta juga punya peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Jika holding BUMN dilaksanakan, kesempatan itu kata Adisatrya akan tertutup.

"Karena swasta juga memiliki peran untuk menciptakan daya saing dan persaingan yang sehat," ungkap Adisatrya.

Adisatrya menambahkan di tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persaingan perusahaan bukan lagi antar BUMN dan swasta. Karena hal itu perlu sinergi lebih mendalam untuk bersaing dengan negara lain.

"Karena itu BUMN dan pelaku usaha swasta perlu segera bersinergi agar dapat memenangkan persaingan dengan Negara Iain," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membentuk empat induk usaha (holding) tambahan hingga 2017, menyusul enam holding yang sudah disiapkan tahun ini.

Keempat holding tambahan itu yakni, BUMN perkapalan dan alat berat, BUMN maritim, BUMN farmasi dan BUMN asuransi.

Ahmad Lihat semua artikel →