Menperin: Pengembangan Peternakan Sapi Perah Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Susu Impor

Oleh : Ridwan | Selasa, 06 Maret 2018 - 17:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Blitar, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan peternakan sapi perah dapat mengurangi ketergantungan bahan baku susu impor sehingga menghemat devisa.

Upaya ini dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dengan menggerakkan sektor-sektor strategis domestik sesuai amanat Nawacita.

"Kami menargetkan suplai bahan baku susu segar meningkat jadi 41 persen tahun 2022, dengan kualitas semakin baik," ujar Airlangga di Blitar, Jawa Timur, Selasa (6/3/2018)

Menurutnya, dari segi off-farm, terdapat lebih dari 60 industri pengolahan susu yang beroperasi di Indonesia. Namun saat ini ada 14 perusahaan yang telah bermitra dengan peternak sapi dalam negeri.

Pasokan bahan baku susu segar dari para peternak sapi perah lokal hanya mampu mencukupi 852 ribu ton per tahun atau sekitar 23 persen, sedangkan kebutuhan bahan baku susu segar untuk industri pengolahan susu dalam negeri sebesar 3,7 juta ton pada tahun 2016.

"Karena bahan bakunya belum bisa dipasok dari domestik, sisanya masih diimpor dalam bentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, danbutter milk powderdari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Jadi, masih banyak ruang bagi mereka yang ingin berinvestasi untuk memperdalam struktur industri pengolahan susu di Indonesia," papar Airlangga.

Dalam mengatasi kondisi tersebut, Menperin mengatakan, pihaknya terus mendorong industri pengolahan susu di dalam negeri untuk semakin meningkatkan komitmen investasinya.

"Kemenperin telah mengusulkan pemberian insentif fiskal bagi sektor-sektor industri yang menyerap banyak tenaga kerja sehingga akan berkontribusi dalam menumbuhkan sektor manufaktur dan perekonomian nasional," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →