Minim Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Lanjutkan Penurunan Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 06 Maret 2018 - 08:37 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal kembali melanjutkan penurunan pada perdagangan Selasa (06/03/2018) karena kelangkaan sentimen positif di bursa saham domestik.

“Kemarin, IHSG turun 0,48%. Penurunan itu lebih dalam dibandingkan sehari sebelumnya sebesar 0,36%. Adapun pergerakan IHSG kemarin berada di bawah kisaran titik support 6.562-6.574,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Selasa (06/03/18).

Reza memprediksi, IHSG bakal bergerak di kisaran titik support 6.538-6.542 dan titik resistensi 6.574-6.582. Kelangkaan sentimen saat ini mengakibatkan kenaikan IHSG tertahan sehingga untuk saat ini cenderung bergerak turun. Itu diindikasikan dari tingginya volume penjualan.

“Tren penurunan diprediksi masih bakal terjadi, tetapi hal tersebut diharapkan dapat lebih terbatas agar dapat menghambat pelemahan indeks lebih dalam,” tukasnya.

Reza mengemukakan, dengan adanya proyeksi penurunan indeks lanjutan pada perdagangan hari ini, para pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan mereka.

Reza menyarankan agar pelaku pasar pada perdagangan hari ini mencermati saham-saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →