Buka GIICOMVEC 2018, Menperin Airlangga Dengan Tegas Larang Impor Truk Bekas

Oleh : Ridwan | Kamis, 01 Maret 2018 - 11:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Gelaran pameran otomotif "Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Pameran bertaraf internasional tersebut akan digelar di Jakarta Convention Center pada tanggal 1 hingga 4 Maret 2018.

Dalam sambutannya, Menperin Airlangga memberikan apresiasi kepada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) atas terselenggaranya oameran otomotif berkinsep business to business (B to B).

"Ini menunjukkan kemampuan nasional khususnya kendaraan komersial cukup kuat, sehingga pemerintah akan mendukung dan melarang impor truk bekas yang sudah diproduksi," ujar Airlangga saat pembukaan GIICOMVEC 2018 di JCC, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Ia menambahkan, saat ini kebutuhan sarana transportasi barang maupun orang semakin meningkat. Di tahun 2017, produksi dan penjualan kendaraan bermotor jenis truk dan bus meningkat cukup pesat di angka 89 ribu unit (penjualan) dan 93 ribu unit (produksi), dibandingkan di 2016 yang masih di angka 70 ribu unit (penjualan, dan produksi).

"Angka tersebut menunjukkan adanya potensi kebutuhan pasar industri kendaraan komersial, yang kita yakini dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, mengingat potensi dan kemampuan industri kendaraan komersial dalam negeri cukup maju dalam memproduksi jenis truk dan bus," terangnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, khusus untuk kendaraan komersial memang banyak tantangannya termssuk terbatasnya infrastruktur jalan raya saat ini.

"Untuk permasalahan ini, Kami sudah sampaikan kepada Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk segera mencari solusinya," kata Menperin.

Menurutnya, kendaraan komersial sangat mendukung kelangsungan industri logistik di Indonesia. Oleh karena itu, hambatan dalam transportasi akan mempengaruhi daya saing industri nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat basis industri kendaraan komersial terutama untuk angkutan niaga, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri melalui penguatan struktur industri pada rantai nilai serta perbaikan infrastruktur industri.

"Semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional yang didorong oleh pulihnya perekonomian global serta berjalannya reformasi struktural di dalam negeri secara komprehensif, termasuk membaiknya harga komoditas serta industri mining, akan semakin mendorong peningkatan pasar produk kendaraan komersial di Indonesia," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →