Pagi ini, Sektor Aneka Industri Tekan Indeks Harga Saham Gabungan ke Posisi 6.577

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 28 Februari 2018 - 11:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun 3 poin ke posisi 6.595 pada sesi pertama perdagangan Rabu (28/02/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan satu hari sebelumnya di level 6.598.

Hingga pukul 10.45 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 6.577, melemah 0,32% atau 21 poin dibanidingkan posisi pada perdagangan kemarin. Sebanyak 165 saham turun, 147 saham naik, 124 saham stagnan dan 180 saham belum ditransaksikan. Sementara itu, sejak tadi pagi hingga kini, IHSG bergerak di kisaran 6.564-6.599.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp2,79 triliun. Itu terdiri dari niai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp2,61 triliun, di Pasar Negosiasi seniai Rp183,24 miliar dan di Pasar Tunai bernilai Rp21,44 juta.

Adapun total volume perdagangan tercatat sebanyak 49,94 juta lot sahm, hasil dari 156.878 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih (net selling) sebesar Rp286,30 miliar dengan total volume penjualan sebanyak 795.811 lot.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,97% atau 13,23 poin ke posisi 1.357. Kemudian diikuti oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor industri dasar yang masing-masing tergerus 0,67% dan 0,48%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →