Setelah Dibuka Ahmad Heryawan, IHSG Pagi ini Dibuka Menguat ke Posisi 6.573

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 27 Februari 2018 - 10:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 0,29% atau 19 poin ke posisi 6.573 pada sesi pertama perdagangan Selasa (27/02/2018) ini dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.554.

Pada pukul 09.20 waktu JATS, IHSG terpantau di level 6.579, meningkat 0,38% atau 25 poin dibandingkan posisi kemarin. Sebanyak 179 saham mengalami kenaikan harga, 78 saham turun, 105 sahan stagnan dan 253 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp525,41 miliar. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler senilai Rp518,36 miliar, di Pasar Negosiasi sebesar Rp7,05 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp4,24 juta.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 10,16 juta lot saham, hasil dari 27.706 kali transaksi. Investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) sebesar Rp23,69 miliar dengan volume penjualan sebanyak 206.616 lot.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral menguat. Indeks sektor properti mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,85% atau 4,63 poin menjadi 538. Kemudian diikuti oleh indeks sektor industri dasar dan indeks sektor industri keuangan masing-masing naik 0,75% dan 0,69%.

Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, pada pagi ini membuka perdagangan BEI di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, turut hadir pula Hoesen, Kepala Eksekutif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Pengawasan Pasar Modal dan Direktur BEI. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →