Elektrifikasi Industri Otomotif Jadi Jawaban Pengurangan Emisi GRK di Indonesia

Oleh : Ridwan | Senin, 26 Februari 2018 - 15:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Pemanasan global (global warming) sudah menjadi isu internasional yang menuntut semua negara untuk berkomitmen bersama dalam mengurangi emisi CO2 di dunia dan sekaligus menciptakan generasi yang lebih baik dan lebih sehat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sambutannya saat cara "Serah Terima Mobil Listrik Mitsubishi" di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (26/2/2018).

"Saat ini semakin banyak pemerintah di Eropa dan Asia yang telah mencanangkan target yang ambisius untuk mengurangi emisi," ujar Airlangga.

Ia menambahkan, sebagai penyumbang gas rumah kaca (GRK) terbesar ke-5 di dunia, Indonesia juga telah menetapkan target komitmen untuk mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan internasional.

"Dan komitmen ini telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada COP 21, Paris Climate Conference 2015," terangnya.

Menurutnya, ini adalah tantangan yang besar bagi Kemenperin dan Kementerian terkait bagaimana mendorong dan mengatur dinamika industri saat beradaptasi dengan komitmen untuk lingkungan yang lebih hijau.

"Saya yakin bahwa elektrifikasi, era baru di industri otomotif merupakan salah satu jawabannya," tegas Menperin.

Ia menuturkan, saat ini pemerintah Indonesia sedang menyusun dan mempromosikan peta jalan arah kebijakan dan pengembangan industri alat transportasi untuk mendorong pengembangan kendaraan rendah emisi atau low carbon emission vehicle (LCEV) melalui tahapan pengembangan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).

"Pada peta jalan tersebut, pada tahun 2025, ditargetkan 20% kendaraan yang diproduksi di Indonesia harus menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan atau menghasilkan emisi karbon yang sangat rendah, termasuk kendaraan listrik baterai," tutur Menperin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →