Pendapatan Wika Beton Tumbuh 56% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 26 Februari 2018 - 10:21 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), sepanjang 2017 tercatat sebesar Rp5,3 triliun. Itu mengindikasikan lonjakan pendapatan sebesar 55,88% dibandingkan realisasi pada 2016 sebesar Rp3,4 triliun.

Menurut keterbukaan informasi BEI, Sabtu (24/02/2018), dari pendapatan sebesar itu, WTON meraih laba bersih sebesar Rp340,4 miliar pada 2017. Itu artinya marjin laba bersih BUMN bidang konstruksi tersebut pada 2017 tercatat sebesar 6,42%.

Jika dibandingkan dengan realisasi pada 2016 sebesar Rp282,1 miliar, maka laba bersih WTON tersebut meningkat 20,67%. Jadi, marjin laba bersih WTON pada 2016 sebesar 8,30%.

Kendati marjin laba bersih terlihat menurun pada 2017, tetapi penurunan itu disebabkan oleh pertumbuhan penjualan yang lebih besar dibandingkan laba bersihnya di sepanjang periode yang sama.

Peningkatan pendapatan yang signifikan tersebut mendorong pertumbuhan beban pokok penjualan menjadi Rp4,6 triliun pada 2017 dibandingkan pada 2016 sebesar Rp2,9 triliun. Kendati demikian, laba kotornya meningkat menjadi Rp666,6 miliar dari Rp504,4 miliar.

Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp419,5 miliar pada 2017 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp340,8 miliar. Beban pajak penghasilan menjadi Rp79,04 miliar dari Rp58,09 miliar.

Perseroan pada 2017 berhasil meningkatkan aset menjadi Rp7,06 triliun dari Rp4,66 triliun pada 2016. Adapun total liabilitasnya naik menjadi Rp4,3 triliun dari Rp2,1 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →