Pagi ini, IHSG Dibuka Sedikit Menguat ke Posisi 6.646

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Februari 2018 - 09:33 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada posisi 6.646 pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/02/2018), naik 0,05% atau sekitar 3 poin dibandingkan posisi pada akhir perdagangan satu hari sebelumnya di level 6.643.

Pada pukul 09.15 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 6.630. Kenaikan tipis IHSG di awal sesi pertama pagi ini karena 117 saham mengalami kenaikan harga, 89 saham turun, 118 saham stagnan dan 288 saham belum ditransaksikan. Sementara itu, IHSG bergerak pada kisaran 6.626-6.648.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp488 miliar. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp471,68 miliar, di Pasar Negosiasi senilai Rp17,09 miliar dan di Pasar Tunai Rp5 juta.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 15,39 juta lot, hasil dari 33.304 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih (net selling) senilai Rp7,38 miliar tetapi mereka masih mencatat volume pembelian sebanyak 142.510 lot.

Sebanyak empat dari lima indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor keuangan mengalami penurunan terdalam, yaitu 0,5% atau 5,88 poin ke posisi 1.213. Kemudian diikuti oleh indeks sektor perdagangan dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing tergerus 0,34% dan 0,29%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →