Menkeu: Belanja Kementerian Tumbuh 30,2 Persen
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi belanja Kementerian Lembaga pada Januari 2018 telah mencapai Rp19,7 triliun, atau tumbuh 30,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
"Pencapaian ini didukung oleh tumbuhnya belanja modal dan bantuan sosial dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Sri Mulyani i Jakarta, Selasa (20/2/2018
Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan belanja ini didukung oleh belanja modal yang telah mencapai Rp1 triliun, atau tumbuh 71,6 persen, serta bantuan sosial yang telah mencapai Rp5,3 triliun, atau tumbuh 122,2 persen.
"Pada Januari 2017, realisasi belanja modal hanya tercatat sebesar Rp600 miliar dan bantuan sosial sebesar Rp2,4 triliun," katanya.
Sri Mulyani mengharapkan penyerapan belanja modal dapat lebih cepat lagi, apalagi kegiatan Kementerian Lembaga yang sudah dikontrakkan hingga pertengahan Februari 2018 telah mencapai Rp35 triliun.
Dalam periode ini, rencana pengadaan untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tercatat paling tinggi yaitu mencapai Rp20,7 triliun, diikuti Kementerian Perhubungan Rp4,5 triliun dan Polri Rp1,5 triliun.
"Total dari 10 Kementerian Lembaga terbesar, pagu yang sudah dikontrakkan mencapai Rp30,7 triliun atau 17,6 persen dari total belanja modal," kata Sri Mulyani.
Menurut dia, perbaikan pola belanja modal dan bantuan sosial ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas APBN agar lebih produktif dalam mendorong kinerja perekonomian sejak awal tahun.
Ia menambahkan penyerapan belanja Kementerian Lembaga ini juga didukung realisasi belanja pegawai sebesar Rp11,3 triliun, atau tumbuh 2,7 persen dan belanja barang Rp2,1 triliun, atau tumbuh 77,4 persen.
Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga memaparkan penyerapan belanja non Kementerian Lembaga sebesar Rp44,1 triliun atau tumbuh 3,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat pada periode ini telah mencapai Rp63,8 triliun atau tumbuh 10,7 persen, dari periode sama tahun 2017. (Ant)