Maret 2018, Pemerintah Mulai Laksanakan Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Februari 2018 - 14:57 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pemerintah akan mulai melaksanakan pengerjaan proyek kereta cepat pada Maret 2018. Untuk tahap awal tersebut, pemerintah akan mengucurkan dana US$500 juta. Dana tersebut berasal dari pinjaman China Developement Bank (CDB).

“Untuk proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ini, pembebasan lahan sudah dilakukan sepanjang 55 kilometer (km) dari total jalur sepanjang 100 km. Sekarang hal tersebut sudah diserahkan kepada kontraktor asal Cina,” ujar Rini Soemarno, Menteri BUMN, Senin (19/02/2018).

Rini menjelaskan, pada pengerjaan tahap awal proyek ini, pemerintah akan menggelontorkan dana US$500 juta. Hingga kini, pemerintah masih menggunakan modal yang ada untuk pengucuran dana di awal pengerjaan.

“Sementara itu, proses kucuran dana yang berasal dari China Development Bank (CDB) saat ini sudah memasuki tahap finalisasi penyelesaian dokumen perbankan. Kami harapkan, kucuran dana tahap pertama itu akan selesai pada Maret mendatang,” papar Rini.

Rini mengemukakan, total dana tahap pertama yang dikucurkan untuk proyek pembangunan kereta api cepat sebesar US$500 juta tersebut adalah bagian dari pinjaman kepada CDB yang mencapai total US$4,9 miliar.

Rini mengungkapkan, pinjaman pemerintah untuk membiayai kereta cepat tersebut adalah pinjaman langsung dari kerja sama patungan (joint venture). “Sekitar 60% dari total pinjaman tersebut berasal dari dana pemerintah dan 40% lainnya dari dana BUMN Cina,” imbih Rini.

“Pengerjaan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ini boleh dibilang molor dari jadwal semula. Itu karena terkendala oleh pembebasan lahan. Pasalnya, hingga kini masih banyak pembebasan lahan yang harus meminta persetujuan kepada Kementerian Kehutangan,” pungkas Rini. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →