Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Menguat 60 Poin ke 6.652

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Februari 2018 - 12:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,92% atau 60 poin ke posisi 6.652 di akhir sesi pertama perdagangan Senin (19/02/2018) ini dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di level 6.591.

Penguatan IHSG itu ditopang oleh kenaikan harga 258 saham yang ditransaksikan pada sesi pertama perdagangan hari ini di BEI. Sebanyak 89 saham turun dan sebanyak 142 saham stagnan. Pada sesi pertama, IHSG bergerak di kisaran 6.607-6.657.

Total nilai transaksi di ketiga segmen pasar BEI mencapai Rp3,51 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp3,27 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp243,63 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp3,51 triliun.

Total volume perdagangannya tercatat sebanyak 47,95 juta lot saham, hasil dari 212.015 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih (net buying) senilai Rp168,96 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 82.231 lot saham.

Sebanyak delapan dari sembilan indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor industri dasar mengalami kenaikan tertinggi yaitu 1,58% atau 11,78 poin ke posisi 758. Kemudian disusul oleh indeks sektor infrastrutkur dan indeks sektor properti yang masing-masing terangkat 1,29% dan 1,28%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah TRAM yang harganya naik 5,32% atau Rp18 menjadi Rp356 per unit, PGAS yang harganya terangkat 3,56% atau Rp90 menjadi Rp2.620 per unit dan WSKT yang harganya meningkat 3,45% atau Rp100 menjadi Rp3.000 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yagn menjadi top losers adalah SRIL yang harganya terpangkas 2,25% atau Rp8 menjadi Rp348 per unit, SSMS yang harganya tergerus 1,04% atau Rp15 menjadi Rp1.430 per unit dan SCMA yang harganya turun 0,73% atau Rp20 menjadi Rp2.720 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →