Harvest Time Tawarkan 1,86 Miliar Saham dalam PUPS pada Maret 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Februari 2018 - 12:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Harvest Time (HT), anak usaha PT Hanson International Tbk (MYRX) akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (PUPS) pada Maret 2018. Melalui aksi korporasi ini, manajemen HT berharap dapat meraih dana antara Rp373-560 miliar.

“Aksi korporasi ini akan kami laksanakan dengan menggunakan laporan keuangan per September 2017,” ujar Benny Tjokrosaputro, Presiden Direktur MYRX, usai menghadiri acara mini public expose di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Benny menambahkan, untuk aksi korporasi ini, manajemen HT telah menunjuk PT Minna Padi Investama Sekuritas untuk menjadi penjamin emisi efek (underwriter).

Sementara itu, Djoko Joelijanto, Presiden Direktur PT Minna Padi Investama, menuturkan bahwa HT berencana menawarkan 15% sahamnya kepada publik melalui skema PUPS. Itu setara dengan 1,86 miliar lembar saham HT. Manajemen HT berharap dapat meraih Rp500 miliar dari aksi korporasi tersebut.

Bersamaan PUPS tersebut, perseroan juga akan menerbitkan 3,67 miliar waran seri I atau sekitar 35% dari modal disetor sebelum PUPS. Setiap pemilik 100 unit saham baru akan memperoleh 197 Waran Seri I.

Adapun masa penawaran awal PUPS ini dijadwalkan pada 16-21 Maret 2018. Kemudian, perseroan berharap sudah dapat memperoleh penyataan efektif mengenai penyelenggaraan PUPS ini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Maret 2018.

Masa penawaran umum baru diselenggarakan pada 2-3 April 2018. Sementara itu, pencatatan saham-saham perseroan, baik saham pendiri maupun saham yang sudah ditawarkan ke publik itu akan dilaksanakan pada 9 April 2018. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →