Tahun ini, Pembiayaan Adira Dinamika Multifinance Ditargetkan Hampir Rp36 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Februari 2018 - 11:48 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pembiayaan yang disalurkan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) ditargetkan mencapai Rp34,34–35,97 triliun pada 2018. Itu 5-10% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi penyaluran pembiayaan perseroan pada 2017 sebesar Rp32,7 triliun.

“Kami tahun ini memang tidak menetapkan target penyaluran pembiayaan yang terlalu tinggi. Itu karena penjualan kendaraan bermotor diprediksi masih cenderung stagnan,” ujar Hafid Hadeli, Presiden Direktur ADMF, di Jakarta, Senin (19/02/2018).

Kendati demikian, menurut Hafid, untuk mendorong peningkatan pembiayaan peseroan tahun ini, manajemen ADMF lebih berupaya untuk meningkatkan penyalurn pembiayaan non-otomotif.

“Memang, pembiayaan yang akan lebih prioritaskan pada tahun ini adalah pembiayaan non-otomotif. Akan tetapi, bisnis utama Adira ya tetap di segmen pembiayaan otomotif,” tukas Hafid.

Sementara itu, demikian Hafid, sekitar 55% dari total realisasi pembiayaan ADMF pada 2017 yang sebesar Rp32,7 triliun dikontribusikan oleh pembiayaan sepeda motor. Nilai pembiayaan tersebut mencapai hampir Rp18 triliun.

Sekitar 42% dari total realisasi pembiayaan ADMF pada 2017 tersebut disumbang oleh pembiayaan mobil. Nilai pembiayaan itu tercatat sebesar Rp13,73 triliun. Sementara sisanya berasal dari pembiayaan barang-barang elektronika. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →