2017, Adira Dinamika Multifinance Bukukan Lonjakan Laba Bersih Hampir 40%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Februari 2018 - 11:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Laba bersih PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) pada 2017 tercatat sebesar Rp1,4 triliun. Itu menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 39,6% dibandingkan realisasi laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun.

“Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh adanya pertumbuhan pendapatan sebesar 8,6% menjadi Rp9,1 triliun pada 2017 dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2016 sebesar Rp1 triliun,” ungkap I Made Dewa Susila, Direktur Keuangan ADMF, di Jakarta, Kamis (15/02/2018).

Dengan demikian, menurut Made, marjin laba bersih perseroan pada 2017 mencapai 15,38%. Itu lebih tinggi 3,45% dibandingkan dengan realisasi marjin laba bersih perseroan pada 2016 sebesar 11,93%.

“Kenaikan marjin laba bersih ini karena persentase pertumbuhan laba bersihnya lebih tinggi dibandingkan persentase pertumbuhan pendapatannya. Perusahaan yang memiliki efisiensi yang tinggi memiliki pendapatan yang cenderung flat tetapi pertumbuhan laba bersihnya maksimal. Itu karena ketatnya aksi efisiensi yang dilakukan perusahaan terhadap biaya-biaya,” papar Made.

Made menuturkan, total nilai kewajiban perseroan pada 2017 mencapai Rp7 triliun. Itu lebih tinggi 4,7% dibandingkan dengan realisasi kewajiban perseroan pada 2016 sebesar Rp6,69 triliun.

Kendati biaya operasional naik, demikian Made, tetapi beban bunga dan keuangan ADMF turun 7,5%. Itu karena adanya upaya perseroan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan mereka.

Made menuturkan, total piutang pembiayaan ADMF pada 2017 yang didanai oleh skema pembiayaan bersama tercatat Rp18 triliun. Itu setara dengan 40% dari piutang pembiayaan yang dikelola peseroan yang mencapai sekitar Rp45 triliun.

Sementara itu, pendanaan yang diperoleh dari kas eksternal mencapai Rp21 triliun. Sebesar 50% dari total pendanaan tersebut dibiayai oleh pinjaman bank dan sisanya 50% yang lain dibiayai oleh ekuitas yang berasal dari pasar modal. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →