Selain KIK, Menperin Tawarkan Tiga Kawasan Industri Ini Dihadapan Menlu Singapura

Oleh : Ridwan | Minggu, 18 Februari 2018 - 10:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto terus mendorong Singapura agar dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia, yang konsepnya terintegrasi serupa dengan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.

Pernyataan ini menanggapi pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, beberapa waktu lalu di Kementerian Perindustrian.

"Kami menawarkan di Kalimantan Utara (Tanah Kuning), Sumatera Utara (Kuala Tanjung) dan Sulawesi Utara (Bitung)," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

KIK yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong pada 14November 2016, merupakan proyek patungan antara pelaku industri Indonesia dan Singapura (PTJababeka Tbk. dan Sembcorp Development Inc.). Nilai investasi di kawasan seluas 2700 hektar inimencapai USD360 juta.

"Sampai Januari 2018, KIK telah menarik sebanyak 39 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, China dan Jepang dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 1.950 orang," ungkapnya.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor industri furnitur, makanan, kemasan makanan, baja, label printing, dan boneka.

"Pada pertemuan dengan Menlu Singapura, kami juga membahas mengenai Bilateral Investment Treatydan negosiasi pembaharuan Double Taxation Agreement," ujar Menperin.

Seperti diketahui, pada tahun 2017, Singapura mejadi investor kedua terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia hingga USD2,05 miliar.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →